BENGKEL MOTOR HONDA
PT.SLAMET SUKABUMI
Pada saat itu tibalah waktunya motor saya untuk diservice, saya berencana
service motor di Bengkel Resmi Honda PT.Slamet. pada saat itu pertama kalinya
saya service motor disana. Dan setibanya disana, ternyata banyak sekali motor orang
lain yang ingin untuk diservice juga, sampai – sampai mengantri saya disana dan
mendapatkan urutan nomor ke delapan. Ada sesuatu yang sangat aneh terlihat,
yaitu ternyata hanya ada 2 orang montir saja pada hari itu yang melayani jasa
service, sedangkan jumlah PIT disana berjumlah 8. “Apakah yang terjadi?” saya
pun juga tidak tahu. Yang jelas perasaan saya pada saat itu sangat kesal sekali
karena menghabiskan waktu 4 kali lipat dari biasanya saya service motor di
Bengkel resmi lain. Karena saya melihat keadaan seperti itu, yang dimana hanya
2 montir saja yang bekerja saya memutuskan untuk pergi ke cashier agar service
saya dicabut atau ditarik kembali dan pindah ke Dealer Resmi yang lain. Saya akhirnya
kesal dengan jawaban cashier yang seperti ini “maaf mas sebelumnya, jika
servicenya ingin dibatalkan mas harus tetap membayar uang servicenya juga,
soalnya service motor mas telah masuk kedalam pembayaran kas kantor. Jawab saya
“wah mbak, memangnya tidak bisa dihapus datanya ya”, jawab si mbak dengan
singkat “ tidak mas” dengan malasnya saya untuk berdebat lagi akhirnya saya
akhiri dengan kata-kata kecewa “sungguh aneh perusahaan mbak ini”. Ya apa boleh
buat akhirnya, dari pada saya rugi sudah bayar tetapi tidak disservice motor
saya, akhirnya saya mencoba untuk menunggu saja, pikir saya.
Telah cukup
lama saya menunggu motor untuk disservice sekitar 4 jam lebih, akhirnya tibalah
motor saya untuk disservice, tenang rasanya pikir saya. Dan ternyata apa yang
terjadi? Ketenangan saya itu tidak berangsur lama. Baru 10 menit montir itu
mengerjakan motor saya, dia malah bermain handphone, sambil merokok sehingga
menghambat pengerjaan motor saya. Pikir dalam hati saya, “montir lulusan mana
sih dia itu, gak pernah diajari pelayanan apa” sangking kesalnya. Maklumlah,
mungkin dia udah mulai capek karena motor saya adalah pekerjaan yang terakhir. Jadi
dia mengerjakanya dengan santai ria. Tapi setidaknya seorang pelayanan itu tau
tentang cara melayani dan tau bagaimana cara mengatasi disaat customer mulai
gelisah karena ada sesuatu yang aneh diperbuatnya.
Pesan saya
buat anda “ dimanapun anda berada dan berasal yang memiliki motor, jangan pernah
service motor di PT. Slamet Sukabumi”.
Cukup Sekian dan Terimakasih…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar