Rabu, 18 Desember 2013

BENGKEL MOTOR HONDA
PT.SLAMET SUKABUMI

            Pada saat itu tibalah waktunya motor saya untuk diservice, saya berencana service motor di Bengkel Resmi Honda PT.Slamet. pada saat itu pertama kalinya saya service motor disana. Dan setibanya disana, ternyata banyak sekali motor orang lain yang ingin untuk diservice juga, sampai – sampai mengantri saya disana dan mendapatkan urutan nomor ke delapan. Ada sesuatu yang sangat aneh terlihat, yaitu ternyata hanya ada 2 orang montir saja pada hari itu yang melayani jasa service, sedangkan jumlah PIT disana berjumlah 8. “Apakah yang terjadi?” saya pun juga tidak tahu. Yang jelas perasaan saya pada saat itu sangat kesal sekali karena menghabiskan waktu 4 kali lipat dari biasanya saya service motor di Bengkel resmi lain. Karena saya melihat keadaan seperti itu, yang dimana hanya 2 montir saja yang bekerja saya memutuskan untuk pergi ke cashier agar service saya dicabut atau ditarik kembali dan pindah ke Dealer Resmi yang lain. Saya akhirnya kesal dengan jawaban cashier yang seperti ini “maaf mas sebelumnya, jika servicenya ingin dibatalkan mas harus tetap membayar uang servicenya juga, soalnya service motor mas telah masuk kedalam pembayaran kas kantor. Jawab saya “wah mbak, memangnya tidak bisa dihapus datanya ya”, jawab si mbak dengan singkat “ tidak mas” dengan malasnya saya untuk berdebat lagi akhirnya saya akhiri dengan kata-kata kecewa “sungguh aneh perusahaan mbak ini”. Ya apa boleh buat akhirnya, dari pada saya rugi sudah bayar tetapi tidak disservice motor saya, akhirnya saya mencoba untuk menunggu saja, pikir saya.

            Telah cukup lama saya menunggu motor untuk disservice sekitar 4 jam lebih, akhirnya tibalah motor saya untuk disservice, tenang rasanya pikir saya. Dan ternyata apa yang terjadi? Ketenangan saya itu tidak berangsur lama. Baru 10 menit montir itu mengerjakan motor saya, dia malah bermain handphone, sambil merokok sehingga menghambat pengerjaan motor saya. Pikir dalam hati saya, “montir lulusan mana sih dia itu, gak pernah diajari pelayanan apa” sangking kesalnya. Maklumlah, mungkin dia udah mulai capek karena motor saya adalah pekerjaan yang terakhir. Jadi dia mengerjakanya dengan santai ria. Tapi setidaknya seorang pelayanan itu tau tentang cara melayani dan tau bagaimana cara mengatasi disaat customer mulai gelisah karena ada sesuatu yang aneh diperbuatnya.
            Pesan saya buat anda “ dimanapun anda berada dan berasal yang memiliki motor, jangan pernah service motor di PT. Slamet Sukabumi”.

Cukup Sekian dan Terimakasih…..  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar